Juno dan Jupiter

Kisah cinta Juno dan Jupiter tak pernah kamh dengar. Namun namanya cukup mampu menjadi pengingat kapan kamu mengetuk pintu ingatanku beserta hatiku. Kamu Juno dan aku Jupiter.

Sini, dengarkan ceritaku…

Juno adalah dewi pelindung pernikahan, dan hati kita telah menikah di bulan Juni. Juno juga sebagai dewi kelahiran, dan kamu telah melahirkan anak-anak harapan—ku.

Jika diselisik kita adalah anak turun dari Saturnus. Juno[kamu] adalah saudara perempuan sekaligus istri Jupiter[aku]. Dan benar katamu, kita punya tiga anak; Mars, Minerva dan Vulkanus.

Mereka berdua adalah sepasang kekasih. Kita pun sama. Kamu ketuk pintu ini di bulan Juni yang lalu ketika hujan sangat aku nanti-nanti, telah lama gersang ini hati.

Dan Juni, kini hampir sirna. Genap sudah segala asa. Tinggal menunggu masa, tinggal menoreh cerita hingga kita tua.

Juni 2020
— ainin.n

Mereka yang Menjadi Pendengarku

Bekas botol parfum beraroma tubuhmu dan tubuhku yang berjajar di atas lemari kamarku telah menyimpan banyak hal. Ia sangat pandai menyimpan rahasia. Selama ini tak pernah rahasia-rahasiaku dibocorkannya kepada kasur dan bantal di dekatnya.

Namun diam-diam bantal dan kasur beserta selimut dengan susah payah menonton mimpi-mimpiku tentangmu kala lelap memeluk erat mataku. Kadang mereka menangis, tertawa, bahkan haru mengaminkan mimpiku.

Buku-buku bacaan di rak dekat kasur sekadar jadi penceramah ketika aku sedang kalut. Mereka tak pernah mau mendengar keluh-kesahku. Mereka berbicara panjang pada mataku dan memaksanya terbuka sangat lebar saat mendengar ceramahnya. Sedangkan pena menjadi teman curhat yang tidak bisa dipercaya, ia kerap kali membocorkan rahasia-rahasiaku pada buku catatan harian.

Sementara itu, kaca kecil di tembok selalu mengamati gerak-gerikku dari baru bangun tidur, sebelum berangkat dan sepulang aku kerja, lalu lelap sampai pagi datang lagi. Ia telah merekam bagaimana keadaanku selama ini. Ia sama seperti bekas botol parfum, tak pernah membocorkan rahasia-rahasiaku.

Sedangkan kamu, adalah orang yang selalu aku ceritakan kepada mereka.

2015-2020
— ainin.n

Ditinggal

*untuk yang telah berlalu

Datang kerinduan menjelma
kepergianmu buat ‘ku hampa.
Tak kuasa ‘ku menahannya
dan duka kini kian meraja

2015-2020
— ainin.n


Tepat 2 tahun sebelum kepergian ibu saya. Saya sudah menerima pesan dari Tuhan. Tiba-tiba ingin menulis tentang kematian. Jadilah di tahun 2015 itu tulisan. Tapi setelah mengendap 5 tahun, saya rasa perlu adanya pemugaran. Maka jadilah di tahun ini, 2020.

Setiap karya punya jalan dan sejarahnya masing-masing.

Selamat berkarya kawan !!!